Home arrow Review arrow The Codex - Douglas Preston
The Codex - Douglas Preston
Oleh nanaissance   
Senin, 06 Oktober 2008



The Codex
by Douglas Preston

Tor Book
1st mass market edition, April 2005
404 p.
ISBN: 0-765-34629-x


Sinopsis
Kolektor benda seni dan seorang penjarah makam, Maxwell Broadbent, menghilang secara misterius. Begitu pula dengan segala artefak serta koleksi benda seni yang nilainya mencapai setengah juta dolar. Ia menantang ketiga putranya, Philip, Vernon dan Tom Broadbent untuk menemukan dirinya—di mana pun ia berada di penjuru dunia.

Pria tua yang eksentrik itu memutuskan untuk mengubur diri bersama segala harta kekayaannya, seperti seorang Firaun Mesir, setelah ia mengetahui dirinya mengidap kanker. Upayanya ini dilakukan untuk menyatukan ketiga putranya yang tidak pernah akur, sekaligus menghidupkan jiwa petualangan dalam diri masing-masing putranya.

Namun, di antara lukisan, perhiasan, dan benda-benda seni lainnya, terdapat sebuah codex yang memuat rahasia bangsa pengobatan bangsa Maya yang tak ternilai. Ketiga pemuda Broadbent harus bekerja sama agar berhasil, terutama karena bukan mereka saja yang mengejar harta itu.

Cuap-Cuap
Raiders of the Lost Ark meets the Amazing Race”, itulah endorsement yang tertera pada sampul depan buku ini, sehingga membuat saya tertarik membacanya. Saya serta-merta membayangkan petualangan di tengah-tengah hutan tropis Amazon yang lembap dan penuh hewan-hewan yang tak terbayangkan pernah hidup. Menemukan suku pribumi yang ternyata melindungi tempat harta tersebut, menyusuri daerah pedalaman yang keras, lembap dan berbahaya, dst, dst…

Tapi, endorsement ‘kan biasanya memang dibuat untuk “menipu” pembacanya, ya?

2 bintang.

Why?
- ceritanya tipikal banget. Khas Hollywood. Mirip-mirip novel-novelnya Dan Brown gitu deh… Tapi bukannya mirip Indiana Jones, malah mirip sama film-film monster pemakan manusia gitu. Murahan banget!
- alurnya mudah ditebak.
- tokohnya terlalu banyak.
- ada satu tokoh utama yang keterlaluan sempurnanya, jadi tidak realistis.
- codex itu sepertinya tidak penting-penting amat, kalau dibandingkan dengan harta karun bernilai jutaan dollar!!! Maksudnya, orang-orang bisa terus melanjutkan hidup dengan-atau-tanpa codex. Rasanya nggak wajar aja, orang buang-buang nyawa untuk mendapatkan codex, yang sebelumnya tergeletak begitu saja selama 40 tahun di rumah seorang kaya eksentrik yang tidak pernah menggunakan sistem pengamanan berlapis. Trus, begitu orang itu ilang, baru deh yang lain heboh nyari-nyari. D’oh!!!
- cuma satu yang membuat buku ini “selamat” dari caci-maki, yaitu settingnya. Memang settingnya berpindah-pindah, tapi sebagian besar berada di Honduras, Amerika Tengah sana. Di tengah-tengah hutan yang belum terjamah. Benar-benar eksotis…

-nat-

Baca lengkap di: My Bookshelf


Related news items:

 

Disclaimer:

Sajian yang terdapat di Kutubuku.com berasal dari berbagai blog/situs web yang menyediakan feed dalam format RSS. Kutubuku.com TIDAK MENGEDIT sajian yang diperoleh dari feed tersebut; dan jika diperlukan hanya memperkecil gambar agar pas dengan tata letak saja. Sajian tersebut tidak mencerminkan pendapat dan pandangan Kutubuku.com. Kutubuku.com ditujukan sebagai upaya untuk mempromosikan budaya membaca dan menulis. Hak cipta atas sajian di situs web ini adalah milik masing-masing penulis/penerbitnya.

Login






Lost Password?
No account yet? Register

Toko Buku Online: