Maximum Ride 3: Saving the World and the Other Extreme SportsJames PattersonHachette BookFebruari 2008418 p.Rp. 85,000,00mulai baca : 3 Agustus 2008
Max memutuskan untuk menyelamatkan dunia. Ia dan kawanannya harus menghancurkan biang keladi dari semua kekacauan yang terjadi di bumi. Tapi, bagaimana bisa dia melakukannya, sementara ada pengkhianat di dalam kawanan yang selama ini menjadi keluarganya?
Sementara itu, Fang sibuk dengan blog-nya. Cowok yang bikin hati Max berdebar-debar itu, punya pikiran lain tentang menjalani hidup. Fang sudah muak dikejar-kejar bak buronan terus menerus. Ia memilih untuk bersembunyi, dan mencari tempat yang tenang untuk menjalani hidup bersama kawanan. Saat itulah, Max dan kawan-kawan terpecah. Ketika Max dan Fang mencari “tempat” yang sesuai, anak-anak yang lebih kecil ditangkap, dan dibawa untuk dimusnahkan.
Dari kedua buku sebelumnya, justru buku ini yang bikin saya “tertawa guling-guling” sekaligus menguras perasaan. Benar-benar kocak, terutama ada Total si anjing kecil yang mulutnya tajem! Buku ini juga tidak hanya membuat sedih, tapi juga membuat marah.
Lalu, hampir semua pertanyaan yang tidak terjawab di buku 1 dan 2, terjawab di buku ini. Siapa orangtua Max, siapa Jeb sebenarnya, bagaimana Itex bekerja, siapa biang keladi yang mengontrol dunia lewat Itex. Pokoknya, semuanyalah.
Buku ini juga membuat euphoria saya tentang Maximum Ride berhenti. Toh semua pertanyaan sudah terjawab. Buku ini cocok sebagai buku penutup sebuah trilogi. Akhir yang keren. Dan bagusnya, Saving the World and Other Extreme Sports ini membuat saya tidak ingin (atau mungkin dalam waktu yang lama akan) membaca buku kelanjutannya lagi. (Bagus atau justru jelek ya?)
Anyway.
Sementara buku pertama dan buku kedua benar-benar “petualangan!!”, buku ketiga ini, petualangannya terkesan maksa. Terlalu cepat malah. Dari AS, ke Inggris, Perancis, Jerman, dll… hwahhh… saking cepatnya sampai gak ada detail sama sekali.
Belum lagi kovernya yang “sexist pig”! Masa ada cewek pake baju renang terbang. Aneh. Trus terbangnya juga kaya’ lagi berenang. Curiganya itu gambar cewe lagi berenang terus ditempeli sayap. Huh! Cuma buat memamerkan tubuh cewek doang. Aku gak suka!
Dari bintang 4,5, jadi bintang 4 gara-gara kovernya!
-nat-
selesai baca : 5 Agustus 2008