Home arrow Review arrow Harry dan Geng Keriput Berburu Harta Karun
Harry dan Geng Keriput Berburu Harta Karun
Oleh nanaissance   
Sabtu, 23 Agustus 2008

Mulai baca: 16/08/08

Harry dan Geng Keriput Berburu Harta Karun (Harry and the Treasure of Eddie Carver)
Alan Temperley
Penerjemah: Hidayat Saleh
Penyunting: Poppy Damayanti Chusfani
Penerbit: PT. GPU
Cetakan I, Agustus 2008
512 hlm; 20 cm
ISBN: 979-22-3994-0
Rp. 48.000,00



Petualangan Dimulai dengan Kebakaran di Kastil Tua, dan Tembakan di Rumah Kosong
Kalau Bella (Twilight, Stephenie Meyer) jadi “magnet” bahaya tanpa diinginkan dan tak bisa dielakkannya, Harry Barton justru sebaliknya. Ia gemar mencari bahaya. Mungkin karena dia adalah bocah yang penuh rasa ingin tahu, berjiwa petualang, atau berani. Atau campuran dari ketiga hal itu. Ditambah lagi jiwa pemberontak (yang tampaknya memang wajar ada di diri bocah seusia 11 tahun), kehidupan Harry di Lagg Hall jadi benar-benar mendebarkan.

Sudah 11 bulan berlalu sejak insiden di Felon Grange berlangsung. Sementara Hakim Priestly diganjar hukuman 5 tahun penjara, Lavinia McScrew atau Gestapo Lil (mantan pengasuh kejam yang sangat membenci Harry Barton), menghilang entah ke mana. Di malam yang cerah, seseorang telah menyusup masuk ke Lagg Hall, dan melakukan pembakaran di sana. Tindakan itu tidak menimbulkan banyak kerusakan serta korban jiwa, namun tetap saja berbahaya.

Bagi Harry dan Geng Keriput, satu-satunya orang yang tega melakukan hal itu adalah Gestapo Lil, walau pelaku yang tepergok oleh Harry bukanlah si wanita sadis tersebut. Karena penasaran, Harry berniat menyelidiki Felon Grange yang sudah kosong (walau dilarang dengan keras oleh Mrs. Good) dan memastikan Gestapo Lil tidak ada di sana.

Alas!

Mantan pengasuhnya ada di sana. Kali ini dia ditemani seorang wanita lain yang ternyata sangat kejam, Mad Ruby Pallazzo, sang ratu Mafia dari Napoli. Harry tertangkap basah mengendap-endap di Felon Grange (yang dikiranya kosong), dan—walau berhasil melarikan diri—sempat bertatap muka dengan Mad Ruby yang menembaknya dengan senapan angin.

Harry salah karena telah pergi ke Felon Grange saat itu. Karena bahaya yang lebih parah justru mengintai dengan kehadiran mafia perempuan yang ternyata adalah ibunda Beastly Priestly sendiri.

Harta Karun Eddie Carver
Sementara itu, Geng Keriput punya proyek istimewa yang membutuhkan dana sangat besar, yaitu membangun sekolah dan rumah sakit gratis di Afrika! Untuk itu, mereka mengincar harta Eddie “Carver” Jones, kriminal kelas kakap yang jahatnya minta ampun. Ia tewas ketika berada dalam penjara. Lokasi harta itu tidak diketahui siapa pun, bahkan orang-orang terdekat Eddie sendiri, kecuali saudara lelakinya Dart Jones, yang sudah tewas terlebih dahulu.

Tewasnya Eddie Carver bertepatan dengan kaburnya Hakim Preastly dari penjara. Komplotannya (Gestapo Lil, Mad Ruby, GBH, dan Beastly Priestly sendiri) tidak hanya berusaha untuk mencelakai Harry, tapi juga bersaing dengan geng keriput untuk mencari harta yang luar biasa banyaknya itu.

Di mana tempat harta itu?

Lebih Tebal, Lebih Brutal…
Bukunya lebih tebal, dan alurnya lebih lambat (gak seperti buku satunya), Alan Temperley tampaknya ingat untuk menambahkan bumbu-bumbu yang justru membuat ceritanya jadi melelahkan. Kok gak abis-abis, ya? Terlalu detail. Buku ini pun lebih brutal, karena tidak hanya penuh adegan pemukulan tapi juga tembak-tembakan. Ngeri membayangkan peluru-peluru yang nyaris mengenai Harry.

Tapi tetap saja sih, hasil akhirnya setimpal, Gestapo Lil, Percy Priestly, dan Mad Ruby kena batunya. Bocah itu menyerang balik! Go Harry…!

3,5 bintang…

-nat-
Selesai baca: 23/08/08

Baca lengkap di: My Bookshelf


Related news items:

 

Disclaimer:

Sajian yang terdapat di Kutubuku.com berasal dari berbagai blog/situs web yang menyediakan feed dalam format RSS. Kutubuku.com TIDAK MENGEDIT sajian yang diperoleh dari feed tersebut; dan jika diperlukan hanya memperkecil gambar agar pas dengan tata letak saja. Sajian tersebut tidak mencerminkan pendapat dan pandangan Kutubuku.com. Kutubuku.com ditujukan sebagai upaya untuk mempromosikan budaya membaca dan menulis. Hak cipta atas sajian di situs web ini adalah milik masing-masing penulis/penerbitnya.

Login






Lost Password?
No account yet? Register

Toko Buku Online: