Fly By Night

Judul : Fly by Night
Pengarang : Frances Hardinge, 2005
Penerbit : Macmillan Children's Books, London
Tebal : 436 halaman; 13 x 20 cm
Di dunia tempat Mosca Mye tinggal, orang-orang memuja berbagai dewa yang berbeda, yang mereka sebut para Beloved, Yang Dicintai. Ada ratusan dewa yang punya kekuatan sendiri-sendiri, dari mulai mengusir arwah penasaran sampai yang mengusir lalat dari gilingan mentega dan selai, seperti yang menguasai hari lahir Mosca. Nama Mosca, alias lalat, dipilih ayahnya karena dia lahir di hari yang merupakah hari sakral bagi Goodman Palpitattle.
Tak seperti anak lainnya, Mosca yang ditinggal mati oleh ibunya saat dilahirkan, diajari oleh ayahnya untuk membaca. Sesuatu yang sangat tidak lazim di saat itu, karena Mosca seorang anak perempuan. Namun di umun delapan tahun, sang ayah yang tak pernah dilihatnya berhenti menulis itu meninggal dunia. Dan Mosca pun tinggal bersama paman dan bibinya di desa mereka yang lembab.
Di dunia tempat Mosca Mye tinggal, orang-orang memuja berbagai dewa yang berbeda, yang mereka sebut para Beloved, Yang Dicintai. Ada ratusan dewa yang punya kekuatan sendiri-sendiri, dari mulai mengusir arwah penasaran sampai yang mengusir lalat dari gilingan mentega dan selai, seperti yang menguasai hari lahir Mosca. Nama Mosca, alias lalat, dipilih ayahnya karena dia lahir di hari yang merupakah hari sakral bagi Goodman Palpitattle.
Tak seperti anak lainnya, Mosca yang ditinggal mati oleh ibunya saat dilahirkan, diajari oleh ayahnya untuk membaca. Sesuatu yang sangat tidak lazim di saat itu, karena Mosca seorang anak perempuan. Namun di umun delapan tahun, sang ayah yang tak pernah dilihatnya berhenti menulis itu meninggal dunia. Dan Mosca pun tinggal bersama paman dan bibinya di desa mereka yang lembab.
Namun Mosca yang berumur tigabelas tahun terpesona oleh seorang pria aneh yang suatu hari datang ke Chough. Kemampuan pria itu mempergunakan kata-kata membuat Mosca terpikat. Dan saat Eponymous Clent ditangkap atas permintaan seorang pria asing lain, Mosca memutuskan untuk membebaskannya dan melarikan diri dari Chough.
Dengan membawa Saracen, angsa yang galak milik pamannya, Mosca dapat melewati anjing-anjing galak yang menjaga perbatasan desa. Dan bersama Clent yang tidak terlalu senang karena Mosca ikut dengannya, mereka pun akhirnya bisa mendapat tempat di tongkang yang menuju ke Mandelion. Namun di tengah jalan, ada masalah, sehingga Mosca dan Clent harus turun dari tongkang, dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. Dan mereka pun bertemu sebuah kereta yang terperosok, yang ternyata berisi seorang wanita bangsawan.
Saat sedang berusaha mencari cara untuk menolong kereta tersebut, mereka diserang sekelompok bandit. Lagi-lagi dengan kepintaran Clent bermain kata-kata, mereka berhasil lolos dari perampok tersebut, bahkan mendapat bantuan untuk mengangkat kereta kembali ke jalan. Sang wanita bangsawan, ternyata adalah kakak Duke of Mandelion, Lady Tamarind. Saat Clent sedang tertidur, Lady Tamarind diam-diam meminta Mosca untuk menjadi mata-matanya.
Yah, Clent sebenarnya adalah mata-mata kelompok Stationer. Kelompok yang sangat berkuasa menentukan apa yang boleh dan tidak boleh dibaca oleh masyarakat. Di masa itu, memang negeri tempat tinggal Mosca sedang dalam keadaan kacau balau. Tidak ada pemerintah yang jelas, namun ada beberapa kelompok yang jelas memiliki kekuasaan. Ada kelompok Tukang Kunci yang saat ini menjadi kelompok yang cukup ditakuti, karena mereka juga menguasai para penjahat. Dan ada juga kelompok Orang Air, yang mengatur segala yang berada di sungai dan laut. Masing-masing kelompok punya aturan-aturan yang berlaku di daerah kekuasaannya. Dan saat itu, persaingan yang paling sengit terjadi antara kelompok Stationer dan Tukang Kunci.
Selain itu, ada juga para Penangkap Burung, kelompok yang dulu pernah sangat berkuasa, namun karena tindakan mereka yang sewenang-wenang, akhirnya digulingkan dengan dipimpin oleh para Stationer. Sejak itu, para Stationer menentukan apa yang boleh atau pun tidak boleh dibaca oleh masyarakat, karena mereka tidak ingin ada lagi yang teracuni oleh ide-ide aneh dan berbahaya seperti yang menurut mereka diajarkan oleh para Penangkap Burung.
Duke of Mandellion sendiri sedang tidak terlalu stabil, karena dia selalu terkenang-kenang pada cintanya yang berantakan, pada dua orang putri kembar. Dan ketidakstabilan sang Duke ini menjadi sasaran kedua kelompok untuk memanfaatkannya mendapatkan kekuasaan.
Setiba di Mandelion, karena Mosca bersama-sama dengan Clent, maka akhirnya dia pun diminta untuk menjadi mata-mata Stationer. Saat itu juga, sedang ada selebaran aneh yang beredar, yang tak seperti barang cetakan resmi, tidak dicap dengan lambang Stationer. Kelompok Stationer curiga kalau selebaran itu dibuat oleh sekelompok radikal yang ingin menghasut masyarakat.
Memang Mosca berhasil mendapatkan informasi yang sangat menarik, yang akhirnya menjebloskan seorang pengacara muda ke dalam penjara. Dan juga, Mosca malah membuat Clent pun ikut dipenjara, bersama-sama dengan segerombolan anggota Tukang Kunci. Mosca sepertinya membuat segalanya berantakan.
Ceritanya menarik, karena settingnya walau pun diinspirasi dari London di awal abad ke delapan belas, tapi kehidupan dan pandangan orang-orangnya yang fantasi, dengan ide adanya para Beloved yang sangat banyak itu. Fantasi di sini tidak berisikan sihir atau kekuatan-kekuatan gaib, tapi lebih ke dunia yang berbeda dari yang kita tinggali sekarang.
Selain itu, karakter Mosca sendiri juga, walau pun tipikal cerita fantasi, anak yatim piatu yang cerdas namun sedikit lugu, tapi punya keunikan tersendiri. Kemampuannya membaca menjadi keunggulannya dibanding anak-anak orang biasa di masanya, terutama karena dia anak perempuan.
Lucu juga, terutama di bagian-bagian yang melibatkan ide-ide ajaib milik Clent untuk meloloskan diri atau pun mendapatkan fasilitas. Dan juga karena Saracen, si angsa yang ternyata tak pernah ketinggalan, dan memang sering jadi pengacau yang menguntungkan Clent dan Mosca.
Dilema yang dihadapi Mosca untuk memutuskan siapa yang baik atau tidak diantara orang-orang di sekelilingnya juga asik untuk diikuti, dari awal kita tidak terlalu bisa meraba siapa yang harusnya dipercaya. Tokoh-tokohnya tidak digambarkan hitam dan putih, sangat terasa manusiawi, masing-masing punya alasan kenapa dia melakukan apa yang dilakukannya.
Dengan membawa Saracen, angsa yang galak milik pamannya, Mosca dapat melewati anjing-anjing galak yang menjaga perbatasan desa. Dan bersama Clent yang tidak terlalu senang karena Mosca ikut dengannya, mereka pun akhirnya bisa mendapat tempat di tongkang yang menuju ke Mandelion. Namun di tengah jalan, ada masalah, sehingga Mosca dan Clent harus turun dari tongkang, dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. Dan mereka pun bertemu sebuah kereta yang terperosok, yang ternyata berisi seorang wanita bangsawan.
Saat sedang berusaha mencari cara untuk menolong kereta tersebut, mereka diserang sekelompok bandit. Lagi-lagi dengan kepintaran Clent bermain kata-kata, mereka berhasil lolos dari perampok tersebut, bahkan mendapat bantuan untuk mengangkat kereta kembali ke jalan. Sang wanita bangsawan, ternyata adalah kakak Duke of Mandelion, Lady Tamarind. Saat Clent sedang tertidur, Lady Tamarind diam-diam meminta Mosca untuk menjadi mata-matanya.
Yah, Clent sebenarnya adalah mata-mata kelompok Stationer. Kelompok yang sangat berkuasa menentukan apa yang boleh dan tidak boleh dibaca oleh masyarakat. Di masa itu, memang negeri tempat tinggal Mosca sedang dalam keadaan kacau balau. Tidak ada pemerintah yang jelas, namun ada beberapa kelompok yang jelas memiliki kekuasaan. Ada kelompok Tukang Kunci yang saat ini menjadi kelompok yang cukup ditakuti, karena mereka juga menguasai para penjahat. Dan ada juga kelompok Orang Air, yang mengatur segala yang berada di sungai dan laut. Masing-masing kelompok punya aturan-aturan yang berlaku di daerah kekuasaannya. Dan saat itu, persaingan yang paling sengit terjadi antara kelompok Stationer dan Tukang Kunci.
Selain itu, ada juga para Penangkap Burung, kelompok yang dulu pernah sangat berkuasa, namun karena tindakan mereka yang sewenang-wenang, akhirnya digulingkan dengan dipimpin oleh para Stationer. Sejak itu, para Stationer menentukan apa yang boleh atau pun tidak boleh dibaca oleh masyarakat, karena mereka tidak ingin ada lagi yang teracuni oleh ide-ide aneh dan berbahaya seperti yang menurut mereka diajarkan oleh para Penangkap Burung.
Duke of Mandellion sendiri sedang tidak terlalu stabil, karena dia selalu terkenang-kenang pada cintanya yang berantakan, pada dua orang putri kembar. Dan ketidakstabilan sang Duke ini menjadi sasaran kedua kelompok untuk memanfaatkannya mendapatkan kekuasaan.
Setiba di Mandelion, karena Mosca bersama-sama dengan Clent, maka akhirnya dia pun diminta untuk menjadi mata-mata Stationer. Saat itu juga, sedang ada selebaran aneh yang beredar, yang tak seperti barang cetakan resmi, tidak dicap dengan lambang Stationer. Kelompok Stationer curiga kalau selebaran itu dibuat oleh sekelompok radikal yang ingin menghasut masyarakat.
Memang Mosca berhasil mendapatkan informasi yang sangat menarik, yang akhirnya menjebloskan seorang pengacara muda ke dalam penjara. Dan juga, Mosca malah membuat Clent pun ikut dipenjara, bersama-sama dengan segerombolan anggota Tukang Kunci. Mosca sepertinya membuat segalanya berantakan.
Ceritanya menarik, karena settingnya walau pun diinspirasi dari London di awal abad ke delapan belas, tapi kehidupan dan pandangan orang-orangnya yang fantasi, dengan ide adanya para Beloved yang sangat banyak itu. Fantasi di sini tidak berisikan sihir atau kekuatan-kekuatan gaib, tapi lebih ke dunia yang berbeda dari yang kita tinggali sekarang.
Selain itu, karakter Mosca sendiri juga, walau pun tipikal cerita fantasi, anak yatim piatu yang cerdas namun sedikit lugu, tapi punya keunikan tersendiri. Kemampuannya membaca menjadi keunggulannya dibanding anak-anak orang biasa di masanya, terutama karena dia anak perempuan.
Lucu juga, terutama di bagian-bagian yang melibatkan ide-ide ajaib milik Clent untuk meloloskan diri atau pun mendapatkan fasilitas. Dan juga karena Saracen, si angsa yang ternyata tak pernah ketinggalan, dan memang sering jadi pengacau yang menguntungkan Clent dan Mosca.
Dilema yang dihadapi Mosca untuk memutuskan siapa yang baik atau tidak diantara orang-orang di sekelilingnya juga asik untuk diikuti, dari awal kita tidak terlalu bisa meraba siapa yang harusnya dipercaya. Tokoh-tokohnya tidak digambarkan hitam dan putih, sangat terasa manusiawi, masing-masing punya alasan kenapa dia melakukan apa yang dilakukannya.
Baca lengkap di: BUKUBUKUKU