Warisan Omi

S

ore ini, Dodo Hartoko datang ke rumah kontrakan saya. Seperti biasa, ia tidak mencopot sepatu, langsung masuk, mengeluarkan cerocosan suaranya yang kadang kala saya rindukan, tetapi juga sering membuat saya pusing. Tentu saya tidak pernah keberatan jika ia tidak mencopot sepatunya, karena lantai di rumah saya justru akan mengotori kaki siapapun yang berani bertanjang menapakinya. Juga karena saya tahu persis, Dodo senang dengan sepatu, cenderung gila sepatu.

Baca lengkap di: Puthut EA | Ada tetapi tidak sedang di sini