Rakyat Sepur-Setar

SEBUAH panggung tontonan adalah jeda terhadap kenyataan. Yang tergelar di situ adalah cerita yang belum lagi tertatap di luar ruang pertunjukan. Jika di panggung tersaji tokoh-tokoh rakyat, maka itulah rakyat yang lain.

Jika penonton adalah rakyat, mungkin saja mereka bercermin ke panggung itu. Tentu yang mereka lihat bukan wajah mereka sehari-hari. Itulah wajah yang mereka bayangkan. Atau justru wajah yang mereka hindari.

Pada suatu masa ludruk, misalnya, adalah seni rakyat. Di Jawa Timur, ia hadir di antara rakyat, dengan tokoh-tokoh utama di panggung yang berasal dari rakyat juga. Sakerah, Sawunggaling, Sarip Tambak Oso—para gembong ini memang bukan dari kalangan kraton atau priyayi.

Pada masa kanak saya, banyak kelompok ludruk di Jawa Timur ditaja oleh Komando Distrik Militer. Wajar bila

Selengkapnya...

 

[Review] Gokil Dad by Liza

Gokil habis! Seorang

Selengkapnya...

 

Ritus dan Waktu

Oleh Richard Oh Ritus adalah sebuah pengitaran di dalam reruntuhan berlingkarnya Borges. Ia seperti sang penyihir di dalam reruntuhan berlingkar itu yang bermimpi membangkitkan seorang pemuda ideal dari mimpinya. Setelah mewujudkan seorang pemuda perkasa dari mimpi itu, sang penyihir mengirimnya ke

Selengkapnya...

 

[Resensi] Mika, Sang Pelaut