On the First ASEAN Bloggers Conference

I am honored to be invited along with Unspun and Herman Saksono to attend The 1st Malaysian ASEAN Regional Bloggers Conference – Blogging Mindfully and Responsibly in Intercontinental, Kuala

Selengkapnya...

 

Menulis: Belajar dari Kritik Terhadap Rasulullah

TERJEMAHAN. Bukan apa-apa, siapa saja yang membaca sejarah Muhammad SAW, apa pun keyakinannya, dipastikan kagum dengan prinsip dan kehidupannya. Sebagai Muslim yang sejak kecil dipasok asupan tauladan Rasulullah tidak heran Rasulullah ditempatkan sebagai Maunisa Tauladan Sempurna. Terlepas,

Selengkapnya...

 

Situasi Chairil Anwar (3)

Bagi saya, “Senja di Pelabuhan Kecil” tak pernah ditulis oleh sesiapa yang tak punya visi dan hormat terhadap bentuk syair atau pantun—juga kuatrin pada umumnya, bentuk yang sudah mantap di berbagai sastra dunia—termasuk bagaimana bentuk demikian diolah kembali oleh generasi sebelumnya. Lebih khusus lagi, Chairil meradikalkan bentuk syair yang sudah dibikin modern oleh Amir Hamzah, penyair Pujangga Baru yang karyanya pernah dikatakan Chairil sebagai “destruktif untuk bahasa lama, tapi sinar cemerlang untuk gerakan bahasa baru.” Ia tahu bahwa kekuatan kata yang dicita-citakan Amir tidak akan muncul cemerlang jika si penyair bertahan pada kesempurnaan kalimat dan larik sajak. Bila kita tamsilkan dengan seni lukis: Amir masih menggambar pemandangan molek rupa di mana ruang masih tunggal-menerus, Chairil melukis ruang yang

Selengkapnya...

 

28 April

Pekan ini saya ingin mengenang Chairil Anwar, sebagaimana orang-orang lain mengenangnya, tapi saya akan menambahkan sebuah catatan yang terselip. Beberapa lama setelah Chairil Anwar meninggal 28 April 1949, ia berangsur-angsur menjadi seseorang yang hanya terkait dengan sajak Aku:

Selengkapnya...