Situasi Chairil Anwar (6)

Frase-frase idiosinkratik, yang seringkali berlebihan kadar itu, adalah risiko tak terelakkan dari seorang perajin-pencari seperti Chairil Anwar. Pandangan romantik mengalamatkan bahwa ekspresi demikian hanya bisa dicetuskan oleh penyair yang “berani hidup” ; bahwa Chairil menempuh kejalangan untuk mencapai kebaruan ungkapan. Saya menampik pandangan ini. Membaca puisi Chairil Anwar pada hari ini adalah memberi perhatian kepada keperajinannya, pada ketajamannya menggali bahasa, pada keluasan wawasan sastranya. Para penyair yang memberi tekanan pada kejalangan Chairil—dan mengira si aku dalam puisinya sebagai si penyair sendiri—terbukti hanya menjadi pengikutnya, mereka yang menghasilkan puisi gelap setelah ia. Sajak-sajak Chairil Anwar adalah puisi yang wajar, tetap wajar pun jika dibaca pada hari ini, sementara puisi yang

Selengkapnya...

 

Aku Suka, Dia Tidak: Sebuah Titik Berangkat Apresiasi Film

Empat sutradara duduk di satu sudut kafe tak jauh dari sebuah bioskop. Mereka baru selesai menonton film Darren Aronofsky, Black Swan. Di saat mereka mulai menjelaskan kenapa mereka suka/tidak suka film itu, kita menguping percakapan mereka. Sutradara 1: Beda sekali besutan Aronofsky ini. Jauh

Selengkapnya...

 

Women: Should You Hold Back?

After a discussion with several friends, I found out that many successful women feel the need to hold back and slow down their career so their man can catch up and help brush man ego to eventually save the relationship.

I think women should never do that. His lack of self confidence and

Selengkapnya...

 

Menjaring Ide

Memori komputer saat ini kapasitasnya berkisar 300 GB. Prosesor 2 GB segera menjadi sejarah. Kapasitas ‘Sabak elektronik’ yang tengah menjamur  untuk ‘Tablet’, SDHC atau SDXC berkapasitas sampai 32 GB. CD-ROM yang populer era notebook atau desktop dasa warsa ke depan akan ditelan zaman.

Selengkapnya...