
Kata yang hendak mencapai sunyi di satu sisi, dan kata yang berupaya menjadi organisme di lain sisi yang lain—demikianlah wajah ganda puisi Sapardi Djoko Damono yang didapatnya dengan mengendapkan sejarah perpuisian Indonesia. Dengan membaca puisi, kita mencoba menyatukan dua sisi ini—ya, hanya berusaha menyatukan saja sebenarnya. Menyatukan, untuk mendapatkan makna. Tetapi, apakah itu makna? Apa-apa yang sembunyi di dalam wadah puisi? Atau suatu residu