|
SBKRI Kebijakan yang Mati Suri |
|
Oleh Visi Media
|
|
Selasa, 23 September 2008 |
|
Persoalan Surat Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia (SBKRI) kembali ramai dibincangkan dalam diskusi buku Tionghoa dalam Cengkeraman SBKRI, Senin 22 September 2008. Acara yang digelar di gedung CSIS, Jakarta, ini dihadiri pendiri Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Harry Tjan Silalahi, Wapemred Harian Kompas, Trias Kuncahyono, Wahyu Effendi, Ketua Umum Gerakan Perjuangan Anti Diskriminasi (Gandi), Indradi Kusuma, Pendiri Institut Kewarga Negaraan Indonesia (IKNI) Indradi Kusuma. Acara bedah buku sekaligus peluncuran buku ini juga dipadati wartawan dari media cetak, online, dan televisi. Nampak hadir pula Christanto Wibisono, Direktur Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI) dan mantan wartawan Tempo.
Baca lengkap di:
Related news items: |