|
Oleh Indonesia Tera
|
|
Selasa, 10 Juni 2008 |
|
Banyak lembaga perguruan tinggi atau instansi kerja -- di dalam negeri maupun luar negeri -- menuntut profesionalisme bahasa Inggris para calon yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris. Salah satu perangkat pengukurnya adalah TOEFL (Test of English as a Foreign Language). Banyak di antara calon tes mengalami kegagalan untuk memperoleh skor yang dipersyaratkan (= passing score) karena mereka belum memahami bahasa Inggris secara komprehensif dan tidak menutup kemungkinan bahwa mereka belum memiliki kiat-kiat yang mendukung untuk membantu perolehan skor yang lebih tinggi.
Baca lengkap di:
Related news items: |