|
Oleh noreply@blogger.com (Dewi Lestari)
|
|
Minggu, 28 Desember 2008 |
Rectoverso Moment Week#5 Winner: “STAY AS SWEET AS YOU ARE” Oleh: Jeny Khaeni.
Indahkah hidup bila abadi ? Masihkah cinta berharga saat usia adalah kekal?
Aku berhenti bertanya. Jiwaku letih sudah berteman dengan kegagalan berulang kali. Dalam sujud, sebaris harapan kugantungkan ke langit. Kuteriakkan dengan lantang agar langit sungguh-sungguh mendengar : “Aku hanya ingin hidup bahagia dan dimiliki pria yang...
Baca lengkap di: |
|
|
Oleh noreply@blogger.com (Dewi Lestari)
|
|
Jumat, 19 Desember 2008 |
"Rectoverso Moment Week #5: GROW A DAY OLDER"
Kita bertemu orang baru. Hati ini lantas berharap, pikiran ini lantas menimbang dan menaksir. Tapi pada akhirnya, siapa yang tahu? Bakal jadi teman, tetangga, pacar, kekasih sehidup semati? Mampukah kita menyerahkan diri pada ketidakpastian?
Selasa, 16 Desember 2008: "Rectoverso Moment" minggu ke-5 akan membahas kisah dan lagu dengan tema: Bersahabat...
Baca lengkap di: |
|
|
Oleh noreply@blogger.com (Dewi Lestari)
|
|
Jumat, 19 Desember 2008 |
"Rectoverso Moment Week #4: PELUK"
Perpisahan seringkali dicap sebagai musibah. Tapi, sebagaimana segala peristiwa dalam hidup, musibah atau berkah hanyalah kemasan yang membungkus sebuah pelajaran berharga. Terkadang perpisahan adalah jawaban. Meski pahit dan sedih, perpisahan tak jarang memberi kita ruang segar untuk mencicipi hidup dari sisi yang baru. Hanya saja dibutuhkan waktu dan kesabaran untuk menyadarinya.
Selasa, 9...
Baca lengkap di: |
|
|
Oleh noreply@blogger.com (Dewi Lestari)
|
|
Sabtu, 13 Desember 2008 |
A Night With Vikram
Minggu lalu (14/10) saya mendapatkan kesempatan langka. Sebuah jamuan makan malam di bilangan Darmawangsa bersama seorang penulis dunia yang sangat sohor: Vikram Seth.
Saat saya dan Reza tiba, sudah ada beberapa teman penulis yang berkumpul: Djenar Maesa Ayu, Richard Oh, Nirwan Arsuka, sang tuan rumah Rayya Makarim, dan teman-teman lainnya. Saya kangen mereka....
Baca lengkap di: |
|
|
Oleh noreply@blogger.com (Dewi Lestari)
|
|
Sabtu, 13 Desember 2008 |
Hail, All Ye Writers!
Februari 2001. Percetakan Dian Rakyat. Napas saya tertahan. Mata mengerjap takjub. Benda itu merembeskan hangatnya ke telapak tangan saya. Rasanya bagai menarik keluar seloyang bolu dari oven, mengepul dan harum. Kue Valentine terindah yang pernah saya lihat. Biru, berbinar seperti batu safir, dan ada segaris nama saya tercantum di sana, tercetak dengan warna putih. Pikiran saya seketika bergeliat dan menggali...
Baca lengkap di: |
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>
|
| Results 6 - 10 of 122 |