|
Oleh admin
|
|
Sabtu, 18 Oktober 2008 |
|
Kisahnya saya sudah melewati blok terakhir dari hall 8.0 di Frankfurt Book Fair. Tiba-tiba ada yang memberhentikan kami seorang gadis bernama Chomel, berkebangsaan Singapura. “Are you from Indonesia?” tanyanya ramah.
Sejenak kemudian ia pun mulai bercerita tentang “The Meta Secret”, sebuah movie dalam format DVD, mirip dengan proyeknya Rhonda Byrne berjudul “The Secret”. Awalnya saya tidak ngeh. Lalu, kami diperkenalkan [...]
Baca lengkap di: |
|
|
Oleh admin
|
|
Jumat, 17 Oktober 2008 |
|
Wajar jika kaki sudah mulai terasa pegal-pegal. Pasalnya sudah tiga hari saya pakai berkeliling mengitari hall demi hall di arena Frankfurt Book Fair. Sungguh saya tidak menyadari apa pun tentang Frankfurter Buchmesse kali ini karena kepergian yang mendadak dan sedikit persiapan. Sampai di pelataran tempat pameran (messe) hari pertama baru saya sadar yang menjadi guest honor kali ini adalah Turki. Setiap tahun FBF memang mengusung satu [...]
Baca lengkap di: |
|
|
Oleh admin
|
|
Rabu, 08 Oktober 2008 |
|
“Saat buku laris manis, penulis/pengaranglah yang dielu-elukan dan memperoleh segudang penghargaan. Saat buku jeblok di pasar atau mengandung kesalahan maka orang yang kali pertama pantas dicari adalah EDITOR!”
Saya tertegun sejenak membaca sales copy novel Tunnels terbitan Mizan karya Roderick Gordon dan Brian Williams. Novel yang disebut-sebut the next Harry Potter ini telah diterjemahkan ke dalam 21 bahasa dan di covernya versi Mizan dicantumkan [...]
Baca lengkap di: |
|
|
Oleh admin
|
|
Rabu, 08 Oktober 2008 |
|
Ehm … ada kecenderungan pasar kerja untuk editor lepas (freelancer) begitu diminati. Banyak sekali lamaran menjadi editor lepas sampai ke meja saya. Namun, sebagian besar saya harus menggelengkan kepala tanda belum pas dengan yang melamar.
Pasalnya, pekerjaan editor masih dianggap sebuah sampingan sekali lewat yang tidak memerlukan kompetensi tertentu. Umumnya yang melamar tidak memiliki jam terbang memadai dalam mengedit, [...]
Baca lengkap di: |
|
|
Oleh admin
|
|
Selasa, 07 Oktober 2008 |
|
Peran editor dalam dunia perbukuan di Indonesia sudah tidak dapat dikesampingkan lagi. Sebelumnya pada tahun 80-an, peran editor belumlah begitu dilirik. Para penerbit masih mengandalkan penulis untuk ikut berkontribusi memeriksa naskahnya sebagai editor maupun sekadar korektor (proofreader). Barulah pada pertengahan 90-an, editor benar-benar dianggap harus ada dan keberadaannya dibutuhkan karena makin maraknya dunia perbukuan Indonesia [...]
Baca lengkap di: |
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>
|
| Results 16 - 20 of 63 |