|
Oleh noreply@blogger.com (A.S. Laksana)
|
|
Senin, 11 September 2006 |
|
Seseorang mengajukan pertanyaan seperti itu melalui email ke saya. Saya jawab pertanyaan itu, sambil merasa bahwa diri saya seorang pelatih yang mumpuni, bahwa “Anda harus menulis terus”, “Anda harus banyak membaca”, “Anda harus….”
Saya benar-benar banyak lagak dalam menjawab email itu, tanpa mau tahu bahwa kata “harus” biasanya tidak menyenangkan bagi orang yang menerimanya. Padahal, anda tahu,
Baca lengkap di: |
|
|
Oleh noreply@blogger.com (A.S. Laksana)
|
|
Senin, 11 September 2006 |
|
Menunggu buku yang akan terbit (konon hari Kamis ini, 16 Februari) selalu membuat cemas pikiran. Ada rasa takut bahwa buku itu akan mengecewakan; setiap kesalahan tercetak, dan akan seperti itu sampai hari kiamat. Kita memang bisa membuat revisi atas kesalahan tersebut pada edisi berikutnya, jika buku itu laku keras dan penerbitnya mencetak ulang. Jika tidak, kesempatan untuk memperbaiki
Baca lengkap di: |
|
|
Oleh noreply@blogger.com (A.S. Laksana)
|
|
Senin, 11 September 2006 |
|
Reni Sukma meneleponku kemarin (12/02/2006). Dia penulis buku Nama Terbaik Bayi Menurut Numerologi; buku yang menyadarkan orang (atau menakut-nakuti?) bahwa nama yang melekat pada seseorang mempunyai hitungan dan membawa karakter tertentu pada si penyandang nama itu. Buku itu diterbitkan oleh mediakita dan kebetulan aku yang mengeditnya. Memang aku yang membujuk-bujuknya untuk menulis buku
Baca lengkap di: |
|
|
Oleh noreply@blogger.com (A.S. Laksana)
|
|
Senin, 28 Agustus 2006 |
|
* Tulisan ini sebelumnya dimuat di Pikiran Rakyat edisi hari Sabtu, 26 Agustus 2006.
Membuat lelucon, memancing orang tersenyum atau tertawa, tentu saja membutuhkan kecerdasan dan kewarasan akal. Lelucon yang tidak cerdas dan tidak waras, seperti yang banyak anda saksikan di layar televisi, hanya melahirkan para pelawak atau pembawa acara yang tampil kesurupan dan selalu bicara ngotot. Saya
Baca lengkap di: |
|
|
Oleh noreply@blogger.com (A.S. Laksana)
|
|
Sabtu, 06 Mei 2006 |
|
Seseorang mengajukan pertanyaan seperti itu melalui email ke saya. Saya jawab pertanyaan itu, sambil merasa bahwa diri saya seorang pelatih yang mumpuni, bahwa “Anda harus menulis terus”, “Anda harus banyak membaca”, “Anda harus….”
Saya benar-benar banyak lagak dalam menjawab email itu, tanpa mau tahu bahwa kata “harus” biasanya tidak menyenangkan bagi orang yang menerimanya. Padahal, anda tahu,
Baca lengkap di: |
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 Next > End >>
|
| Results 11 - 15 of 18 |