|
Oleh noreply@blogger.com (A.S. Laksana)
|
|
Senin, 11 September 2006 |
|
* Tulisan ini sebelumnya dimuat di Pikiran Rakyat edisi hari Sabtu, 26 Agustus 2006.
Membuat lelucon, memancing orang tersenyum atau tertawa, tentu saja membutuhkan kecerdasan dan kewarasan akal. Lelucon yang tidak cerdas dan tidak waras, seperti yang banyak anda saksikan di layar televisi, hanya melahirkan para pelawak atau pembawa acara yang tampil kesurupan dan selalu bicara ngotot. Saya kira
Baca lengkap di: |
|
|
Oleh noreply@blogger.com (A.S. Laksana)
|
|
Senin, 11 September 2006 |
|
Mungkin anda masih ingat pada nama Gregor Johann Mendel (1822–1884), seorang rahib dan ilmuwan Austria, yang dianggap sebagai peletak dasar teori genetika modern. Kalaupun anda tidak ingat lagi, anda tetap bisa melanjutkan membaca tulisan ini.
Saya menyebut nama itu karena kita akan bermain-main dengan meminjam eksperimennya. Nama permainan kita adalah Mendel Game. Ini adalah teknik main-main
Baca lengkap di: |
|
|
Oleh noreply@blogger.com (A.S. Laksana)
|
|
Senin, 11 September 2006 |
|
Bagaimana menyelamatkan mood? Saya kira tidak ada cara lain kecuali anda harus mempertabah diri. Ketabahan ini menjadi elemen penting karena anda perlu mempertahankan disiplin yang anda bangun. Disiplin dibangun karena anda memerlukan jam terbang untuk menjadi terampil menulis.
Jadi mari kita bicara tentang ketabahan.
Pada waktu saya kecil, ketika ibu saya belum setua sekarang dan ayam-ayam di
Baca lengkap di: |
|
|
Oleh noreply@blogger.com (A.S. Laksana)
|
|
Senin, 11 September 2006 |
|
Tiga hari lalu saya khidmat sekali membaca koran pagi yang diantarkan oleh loper koran langganan saya; hal itu membuat saya sendiri sangat terharu sebab biasanya saya tidak membaca koran sekhidmat itu. Dan, anda tahu, segala sesuatu jika dilakukan dengan sungguh-sungguh akan membuahkan hasil yang tidak mengecewakan. Karena saya membaca koran dengan khidmat, saya berhasil menemukan berita yang
Baca lengkap di: |
|
|
Oleh noreply@blogger.com (A.S. Laksana)
|
|
Senin, 11 September 2006 |
|
Kau tahu metodeku. Ia dibangun berdasarkan pengamatan yang jeli terhadap hal-hal kecil yang kelihatannya remeh temeh.
--Sherlock Holmes, detektif paling cerdas hasil rekaan Sir Arthur Conan Doyle.Jika anda penggemar cerita detektif karangan Sir Arthur Conan Doyle, anda pasti tahu bagaimana cara Sherlock Holmes bekerja. Ia membongkar semua kasus yang ditanganinya melalui pengamatannya yang jeli
Baca lengkap di: |
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 Next > End >>
|
| Results 6 - 10 of 18 |