|
Oleh noreply@blogger.com (A.S. Laksana)
|
|
Jumat, 19 Januari 2007 |
|
Sebelum kita musuhi beramai-ramai seperti sekarang ini, burung pernah menempati posisi istimewa dalam sejarah umat manusia. Burung merpati menjadi simbol perdamaian dalam berbagai acara kolosal. Jika anda mengadakan perayaan apa pun dan membuka perayaan itu dengan melepaskan sekian ratus burung merpati ke langit, orang-orang akan tahu bahwa anda menggendong semangat perdamaian di rongga dada anda
Baca lengkap di: |
|
|
Oleh noreply@blogger.com (A.S. Laksana)
|
|
Rabu, 20 Desember 2006 |
|
* Tulisan ini pernah diterbitkan di rubrik Oase, kolom tetap saya di tabloid tengah bulanan Investigasi, edisi # 12, bulan Agustus 2006
Bangun kesiangan dengan hidung mampet dan kepala sedikit memberat, saya meneruskan kemalasan saya dengan menggelosor begitu saja di lantai ruang tengah. Anak saya sedang menyaksikan film kartun di sebuah saluran televisi; ia tampak begitu khusyuk dan mengantuk.
Baca lengkap di: |
|
|
Oleh noreply@blogger.com (A.S. Laksana)
|
|
Rabu, 20 Desember 2006 |
|
Setelah membaca artikel Anak-Anak Kita di blog ini, seseorang menyarankan agar saya memandang segala sesuatu secara positif. Saya ingin berterima kasih sebesar-besarnya kepada kawan saya itu dan—tentu saja—mencoba sarannya. Maka, dengan pikiran positif di kepala saya, saya memutuskan untuk menjadi seperti bayi. Anda tahu, bayi tak pernah punya prasangka buruk; ia juga tak punya prasangka baik.
Baca lengkap di: |
|
|
Oleh noreply@blogger.com (A.S. Laksana)
|
|
Selasa, 17 Oktober 2006 |
|
Ada berita bagus untukku dari Yayan Sopyan; beberapa hari lalu ia berkunjung ke toko buku dan kemudian memberi tahu aku bahwa ia sudah melihat buku Creative Writing di rak toko buku. “Ada di rak buku-buku pedoman mencari pekerjaan,” katanya.
Rasanya rak itu tidak tepat. Tapi kau memang tak akan bisa menentukan buku yang kau tulis harus diletakkan di rak mana oleh pihak toko buku. Mereka memiliki
Baca lengkap di: |
|
|
Oleh noreply@blogger.com (A.S. Laksana)
|
|
Senin, 11 September 2006 |
|
Saya melukiskan manusia seperti yang seharusnya, namun Euripides melukiskan manusia apa adanya. (Sophocles, dramawan Yunani)Mari kita sepakati bahwa karakter-karakter dalam cerita anda bukanlah boneka. Mereka adalah makhluk-makhluk hidup yang memiliki darah, daging, dan rasa sakit; mereka memiliki masa lalu, masa depan, dan kehendak. Mereka seperti anda.
Mereka lahir dari kebutuhan anda untuk “
Baca lengkap di: |
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 Next > End >>
|
| Results 1 - 5 of 18 |