Home arrow Coretan Penulis arrow Ali Muakhir arrow (Diary) Renungan Shaum pada Hari ke-10
(Diary) Renungan Shaum pada Hari ke-10
Oleh Ali Muakhir   
Kamis, 11 September 2008

(Diary) Renungan Shaum pada Hari ke-10

Membaca Tafsir Surat Ad-Dhuha

 

 

Pada hari ke-10 di Bulan Ramadhan ini, mata hatiku rasanya ingin menangis terus menerus ketika membaca kembali makna yang terselip dari Surat Ad-Dhuha.

Meskipun surat ini ditujukan kepada Nabi Muhammad, tetapi maknanya demikian terasa di relung perasaanku. Aku merasa diingatkan kembali dengan kekhilafanku akan waktu yang selama ini telah aku sia-siakan.

 

(1). Demi Waktu Dhuha, (2). Demi Malam, apabila telah sunyi-senyap, (3). Tidaklah Tuhan membuangmu dan tidaklah Dia marah, (4). Dan, sesungguhnya kesudahan itu lebih baik bagimu daripada permulaan, (5). Dan sesungguhnya, Tuhanmu akan memberi kepadamu, sehingga engkau ridha, (6). Bukankah Dia  dapati kamu dalam keadaan yatim, lalu Dia pelihara?, (7) Dan, didapati-Nya engkau dalam keadaan bingung, lalu Dia pimpin, (8). Dan, didapati-Nya engkau dalam keadaan miskin, lalu Dia cukupkan? (9). [Oleh sebab itu], adapun anak yatim, jaganlah engkau h...

Baca lengkap di: Anda Memasuki Dunia Penuh Ceria ...


Related news items:

 

Disclaimer:

Sajian yang terdapat di Kutubuku.com berasal dari berbagai blog/situs web yang menyediakan feed dalam format RSS. Kutubuku.com TIDAK MENGEDIT sajian yang diperoleh dari feed tersebut; dan jika diperlukan hanya memperkecil gambar agar pas dengan tata letak saja. Sajian tersebut tidak mencerminkan pendapat dan pandangan Kutubuku.com. Kutubuku.com ditujukan sebagai upaya untuk mempromosikan budaya membaca dan menulis. Hak cipta atas sajian di situs web ini adalah milik masing-masing penulis/penerbitnya.

Login






Lost Password?
No account yet? Register

Toko Buku Online: