|
(Diary) Renungan Shaum pada Hari ke-10 Membaca Tafsir Surat Ad-Dhuha Pada hari ke-10 di Bulan Ramadhan ini, mata hatiku rasanya ingin menangis terus menerus ketika membaca kembali makna yang terselip dari Surat Ad-Dhuha. Meskipun surat ini ditujukan kepada Nabi Muhammad, tetapi maknanya demikian terasa di relung perasaanku. Aku merasa diingatkan kembali dengan kekhilafanku akan waktu yang selama ini telah aku sia-siakan. (1). Demi Waktu Dhuha, (2). Demi Malam, apabila telah sunyi-senyap, (3). Tidaklah Tuhan membuangmu dan tidaklah Dia marah, (4). Dan, sesungguhnya kesudahan itu lebih baik bagimu daripada permulaan, (5). Dan sesungguhnya, Tuhanmu akan memberi kepadamu, sehingga engkau ridha, (6). Bukankah Dia dapati kamu dalam keadaan yatim, lalu Dia pelihara?, (7) Dan, didapati-Nya engkau dalam keadaan bingung, lalu Dia pimpin, (8). Dan, didapati-Nya engkau dalam keadaan miskin, lalu Dia cukupkan? (9). [Oleh sebab itu], adapun anak yatim, jaganlah engkau h...
Baca lengkap di:
Related news items: |