|
Oleh adiwicaksono
|
|
Jumat, 25 April 2008 |
I
Ketika berjalan menyusur dan terus menyusuri,
kita tahu bintang yang redup. Kemudian mayat-mayat:
kematian ada di mana-mana, pikir kita. Dan lebih redup
dari tenggelamnya matahari. Kadang kita dengar sendiri
suaranya perlahan, bagai hewan di rumah jagal.
Tapi kita ingat ayah kita berkata suatu hari,
?Aku mencintai laut. Tapi bukan karenanya
aku meninggalkan kalian. Aku ingin bersama-sama
nanti mati. Aku ingin kalian mengerti laut
yang [...] Baca lengkap di: .
Related news items: |