|
Oleh adiwicaksono
|
|
Jumat, 25 April 2008 |
I
Duduk menonton televisi memang berbeda dengan membaca novel, cerita pendek, sajak, atau bahkan menyaksikan pementasan teater. Aktivitas membaca senantiasa mengandaikan suatu konsetrasi yang lebih soliter dan personal sementara tindakan menonton televisi lebih mirip dengan upaya untuk memasuki... Baca lengkap di: . |
|
|
Oleh adiwicaksono
|
|
Jumat, 25 April 2008 |
Istilah ?nasionalisme? hari-hari ini memang lebih mudah diterima sebagai slogan ketimbang makna yang jelas dan nyata dalam hidup berbangsa dan bernegara. Apalagi ketika kepercayaan bahwa negara-bangsa adalah sejenis kesatuan utuh yang terikat oleh kerinduan untuk mempertautkan diri menjadi sebuah... Baca lengkap di: . |
|
|
Oleh adiwicaksono
|
|
Jumat, 25 April 2008 |
Barangkali ada benarnya ungkapan kuno yang mengatakan bahwa pahlawan itu tidak pernah dilahirkan melainkan ?diciptakan?. Siapa pun maklum bahwa setiap masyarakat, budaya, atau negara-bangsa membutuhkan pahlawan sebagai simbol sekaligus wahana untuk mengukuhkan suatu sejarah yang dapat diwariskan... Baca lengkap di: . |
|
|
Oleh adiwicaksono
|
|
Jumat, 25 April 2008 |
I
Ketika berjalan menyusur dan terus menyusuri,
kita tahu bintang yang redup. Kemudian mayat-mayat:
kematian ada di mana-mana, pikir kita. Dan lebih redup
dari tenggelamnya matahari. Kadang kita dengar sendiri
suaranya perlahan, bagai hewan di rumah jagal.
Tapi kita ingat ayah kita berkata suatu... Baca lengkap di: . |
|
|
Oleh adiwicaksono
|
|
Jumat, 25 April 2008 |
Piala Eropa 2004 lalu telah melahirkan bintang-bintang baru, salah satu yang paling ngetop adalah Wayne Rooney. Dia disebut-sebut sebagai Paul ?Gazza? Gascoine baru yang kehebatannya telah menenggelamkan sang pangeran, si superstar, David Beckham yang gagal mengeksekusi dua penalti. Sebagain... Baca lengkap di: . |
|
|
<< Start < Prev 1 2 Next > End >>
|
| Results 1 - 5 of 10 |